Sebagai bagian dari aksi literasi Kedai Sinau mengajak kutu buku untuk memetakan aktivitasnya yang akan dipublikasikan dalam bentuk peta destinasi wisata
Tuesday, 28 December 2021
Pemetaan Literasi Jakarta
Sebagai bagian dari aksi literasi Kedai Sinau mengajak kutu buku untuk memetakan aktivitasnya yang akan dipublikasikan dalam bentuk peta destinasi wisata
Wednesday, 8 June 2011
Kawan Sejawat «
sesama pembelajar
Friday, 3 June 2011
yang bertanah air tak bertanah
kontestasi ide, dimana akar kontestasi
tersebut ada sebelum Indonesia Raya
dikumandangkan. Bahkan seniman sekelas
W.R Soepratman‐pun mencukil kata‐kata
dalam buku Aksi Massa Tan Malaka pada
baris lagunya,"Indonesia Tanah Airku,
Tanah Tumpah Darahku...". Sejarah pada
masa sebelum kemerdekaan adalah sejarah
perlawanan terhadap kolonialisme dan
imperialisme.
Silahkan download disini
Friday, 20 May 2011
Resep #26 Kopi pertaruhan
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Other |
Ini gelas bukan untuk anggur yang bikin mabuk, tapi kopi kampung halaman
Ini kedai bukan untuk diperdebatkan, tapi disandingkan malam dan siang
Ini kepala penuh dengan niat yang dilugaskan, walau tangan sulit memilih sebiji rejeki dengan trengginas
Gelas-gelas diisi gerak secepat angin dan impian sekuat ingin
Yang tandas bukanlah kegilaan yang mengkhawatirkan, karena tidak mensisakan sesuatu pengalaman
Segelas kopi dipilih karena ia sesuatu yang segar-dirawat, ia abadi-seperti ingatan bayi -akan payudara yang sehat- lamunan suami yang barusan bebas tugas
Segelas kopi adalah buku terbuka layaknya cerita Multatuli, segelas kopi adalah politik ekonomi
Sekali lagi, inilah segelas obat demam, bagi yang sulit memahami malam
Mungkin terasa menggelisahkan, tapi malam atau siang juga bukan gelas yang harus dikosongkan, keduanya penuh impian
Dari Hadrami ke Sipirok, orang menanam, orang di kedai, disampingnya pena, tinta, gulungan papirus dan bambu
Orkes gambus atau blues gondang sembilan, itu bunyi dari hati, segelas kopi dan sebaris buku dilafalkan fasih
Impian kedai seperti berjalan diantara sepadang ilalang dan edelweiss, mata lelah beradu dengan segelas kopi
Impian kedai seperti berjalan diantara berbaris buku yang terus kontraksi, seperti bayi yang sedang ditulis takdirnya
Impian kedai adalah membawa segelas rock 'n roll ke dalam bab-bab buku, karena hidup seperti gempa lantai dansa
Impian kedai adalah menggenapi akademi dengan tradisi, menuangnya di lidah yang tidak puas dengan rasa manis
Impian kedai adalah mengganti mabuk dengan mabuk, bubuk dengan biji, menuliskan jelaga sebagai telaga
Sebatang pohon kopi di halaman tabula rasa, digambar anak manis saja, sebiji buku bertahan di ayunan ingatan
Ia yang hitam sebagai pembuka, ia yang hitam bisa juga sebagai penutup
Anak-anak mengecap rasa, hitam/putihnya bukan masalah, hanya saja jangan tinggalkan noda di kepala mereka
Segelas kopi dengan harum mengantarkan percakapan dengan ledakan gairah akan penemuan
Segelas ide yang teraduk dimulai dari pikatan yang kental dari akhir yang diangankan
Sehalaman ditanam berbatang-batang, seperti keyakinan dalam-memiliki pintu yang berisi suratan
Yang datang ke kedai adalah pencicip, penulis kisah tentang hidup, yang demikian adalah orang yang tepat
Thursday, 5 May 2011
Thursday, 14 April 2011
Pangkal

Doctrines must take their beginning from
that of the matters of which they treat
Vico, The New Science
Apakah awal atau permulaan itu? Apa yang harus dilakukan untuk memulai? Adakah hal khusus tentang awal sebagai suatu kegiatan atau sebagai momentum atau sebagai sebuah rencana. Apakah orang memulai ketika ia merasa senang. Adakah satu sikap atau pikiran yang diperlukan untuk memulai?
Secara historis apakah ada saat yang paling tepat untuk memulai sebuah pekerjaan?
Dalam karya sastra, seberapa pentingkah awal? Apakah pertanyaan tentang awal ini bernilai dan layak untuk dipertanyakan? Dan jika demikian, bisakah pertanyaan tersebut dijawab secara konkret, dimengerti, dan informatif?
Buku ini berbicara tentang awal, sebuah pangkal. Begitu pertanyaan tersebut ditanyakan maka proses selanjutnya adalah melonggarkan batas-batas, merasakan kenyamanan, lepas dari kekhawatiran. Sebaliknya, hampir mustahil untuk merumuskan pertanyaan yang kompleks, maka buku ini berkonsentrasi pada pertanyaan tentang awal, baik sebagai sebuah kata maupun sebagai sesuatu yang dipikirkan di kepala orang-orang. Dua pertanyaan ini seringkali datang bersamaan dan saling terhubung. Terlebih jika 'bahasa' digunakan, maksudnya ada kosa kata tertentu yang dipekerjakan-seperti permulaan dan memulai, asal-usul dan keaslian, pelantikan, revolusi, kewenangan, titik keberangkatan, dan seterusnya.
Saat permulaan dijelaskan ataupun ditunjuk kehadirannya. Demikian pula, ketika seseorang memulai menulis, ada sekumpulan keadaan yang mencirikan sebuah tahapan inisiasi. Dalam bahasa, menulis atau berpikir tentang awal mula terhubung dengan menulis atau berpikir sebuah permulaan. Bicara permulaan adalah konsekuensi dari, baik aktivitas kreatif maupun kritik. Dan untuk memulainya, jika seseorang menggunakan bahasa pada disiplin ilmu tertentu, harus dapat dibedakan secara ortodoks antara menulis kritis dengan menulis kreatif. Keduanya perlu diurai terlebih dahulu.
Awal tidak hanya jenis tindakan, tetapi juga merupakan kerangka pikir. Sebuah aktivitas, sikap, kesadaran. Hal ini sangat pragmatis, seperti halnya ketika kita membaca teks yang sulit dan bertanya-tanya bagian mana yang ingin dipahami atau dimana penulis memulai dan mengapa. Dan ini--secara teoritik-- kita bertanya apakah ada kerangka epistemologis yang diterapkan atau proses unik yang menyertainya. Untuk beberapa penulis memulai menulis adalah sebuah embarkasi, memutuskan untuk berangkat melalui sesuatu yang didesain untuk menjadi titik keberangkatan. Walaupun ini seringkali menekan, menimbulkan stres, namun awal selalu menjadi langkah pertama dari (kecuali untuk beberapa kasus) sesuatu yang muncul kemudian. Jadi, sebuah awal memainkan peran--nyaris--sepenuhnya harus jelas dipahami. Tentu saja ada beberapa hal yang secara formal penting; pertengahan dan akhir, kesinambungan, dan kebangunan. Dan yang paling rumit adalah logika di semua hal tersebut. Inilah awal.
Jika kita mengasumsikan kehadiran awal disana-sini: pada seniman, kritikus reflektif, filsuf, politikus, sejarawan, dan psikoanalitik bahkan penyidik, sebuah studi awal dapat dengan mudah menjadi sebuah katalog kasus tak terbatas. Tugas saya dalam buku ini adalah secara tepat menghindari kompilasi seperti katalog (bahkan sementara menyadari kemungkinan-nya) dan untuk mengajukan alternatif pertanyaan mengenai awal yang menarik, cukup rinci, praktis, dan teoritis. Saya tidak hanya mencoba untuk menunjukkan seperti apa bahasa yang digunakan dan menunjukkan pemikiran macam apa yang ikut ambil bagian ketika seseorang menulis tentang awal. Saya juga berharap dapat menunjukkan bagaimana sebuah bentuk seperti novel dan bagaimana konsep semacam teks dibentuk dan dihadirkan ke dunia. Lebih jauh, perubahan-perubahan yang terjadi dari satu periode budaya ke generasi berikutnya dapat dipelajari sebagai pergeseran dalam gagasan tentang apa itu awal atau bagaimana seharusnya. Ketika seseorang mempraktekkan kritik hari ini, misalnya dimulai dengan kesadaran mendalam tentang cara memulai menuliskan sebuah kritik, lewat perangkat operasionalnya; kita sekarang cenderung berpikir bahwa kehidupan seorang penulis memiliki hak istimewa yang mutlak untuk dipahami, dalam rangka memahami karyanya. Mengapa hal ini terjadi, dan apa yang harus kita mulai sekarang ketika kita mempelajari karya seseorang? Apa persyaratan penting dan aspek utama dari pengetahuan kritik dewasa ini.
Setiap pekerjaan yang berusaha menghadapi pertanyaan-pertanyaan berisiko seperti ini, dipersukar oleh bagaimana mengawalinya dan bagaimana dengan kontinuitasnya, pada pilihan subjek dan kosa kata. Potensi kesukaran dengan buku tertentu adalah sesuatu yang saya tidak dapat remehkan. Istilah kritis bagi saya (transitif dan intransitif, permulaan, otoritas, niat, metode, awal-yang dibedakan-dari asal-teks, keaslian, dan struktur) dibangun di atas hubungan ide sebagai berikut; beralas pada bukti yang cukup dan menempatkannya di tempat yang cukup luas untuk ditinjau dari berbagai macam kepentingan.
Buku ini terdiri dari enam bab atau episode, semuanya secara internal saling memiliki sebuah koherensi, terhubung dan bergantung dengan 'awal'.Masing-masing bab mencakup pola historis (contohnya, perkembangan novel) dan setiap bab tidak menyimpang jauh dari subyek inti buku yaitu awal. Meskipun anehnya saya menemukan bahwa mungkin dalam satu bab dengan bab lainnya memiliki paradok. Namun secara keseluruhan, bab satu dengan bab lainnya bertugas menjelaskan tentang awal, walaupun tidak dengan cara yang linear. Keputusan saya untuk mengutip Vico pada epigraf dan memasukkannya pada kesimpulan membuat saya (dengan metafora lingkaran), berani menunjuk bahwa awal adalah yang pertama dan penting namun tidak selalu nyata. Dan awal adalah aktivitas yang selalu berimplikasi untuk diulang dan datang kembali, dibandingkan berjalan linear, menjauh dari awal--menuju sebuah tujuan. Dan awal dan mengawali kembali adalah sejarah, dimana titik asal adalah sesuatu yang abadi. Dan mengawali bukanlah sekadar mencipta, ia memiliki cara sendiri, karena mengawali memiliki niat. Singkatnya, awal adalah membuat dan memproduksi perbedaan. Disini yang dimaksudkan dengan pembentukkan subj ek perbedaan adalah hasil kombinasi dari sesuatu yang sudah akrab sebelumnya dan melahirkan kebaruan dalam kerja bahasa.
Setiap bab dalam buku ini dibangun dengan saling-memengaruhi antara yang baru dan yang sudah tersedia (ex nihilo nihil fit), karena tanpa ini sebuah awal tidak dapat benar-benar ada atau terjadi. Tema besar yang ada dalam buku ini adalah: komunitas bahasa dan pembentukkan sejarah dari sebuah 'permulaan', tanpa mengesampingkan awal lainnya. Untuk mengatakan ini pada awalan buku, semoga selanjutnya hal ini dapat membangun sesuatu yang berbeda dibandingkan keamanan konservatif bahasa tanpa sejarah dan sebaliknya (bukan sejarah yang linear-penterjemah). Dengan demikian sebuah awal adalah mengkonfirmasi, dibandingkan mencegah, menegaskan dan memeriksa bukti dari setidaknya beberapa temuan, dari sesuatu yang sudah dimulai.
Translasi oleh Widhy Sinau dari Bagian Pengantar:
Said, Edward W. 1975. Beginnings: intention and method. Basic Book Publisher.
Wednesday, 2 March 2011
Peluncuran Buku: Medulla Sinculasis
| Start: | Mar 7, '11 9:00p |
| End: | Mar 8, '11 02:00a |
| Location: | Perpustakaan Umum Kota Malang dan Universitas Negeri Malang |
Penyelenggara: FPKM (Forum Penulis Kota Malang)
Tempat: Gedung Perpustakaan Umum Kota Malang,
Pukul: 09.30 s/d selesai
Pendedah 1: Liga alam Muchtar (FPKM).
Pendedah 2: Widhyanto Muttaqien (Kedai Sinau)
Moderator: Sidiq Nugroho (FPKM)
Selasa, 8 Maret 2011
Penyelenggara: BEM FIS Universitas Negeri Malang
Tempat: Aula Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang,
Pukul: 14.00 s/d selesai.
Pendedah 1: DR.Suwignyo (dosen sastra Indonesia UM)
Pendedah 2: Widhyanto Muttaqien (Kedai Sinau)
Moderator: Abdul Muid Arishofa (ketua BEM FIS UM)
Bincang Intim
Senin, 7 Maret 2011
Tempat Kedai Sinau
Pukul: 15.30-selesai
Forum Pelangi Malang
Pukul: 19.30-selesai
Tempat Tobuki
Bersama: Ratna Indraswari Ibrahim
Sunday, 28 November 2010
» Sampoerna Academy
sman 10 Malang bekerjsama dengan Kedai Sinau untuk pemagangan learning business
Sunday, 6 July 2008
BUKU INSISTPRESS
"SETIAP TEMPAT: SEKOLAH!" "SETIAP ORANG: GURU!" "SETIAP BUKU: ILMU!"
Friday, 13 June 2008
Wednesday, 28 May 2008
Sunday, 3 February 2008
tas belanja
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Other |
atau dengan hanya Rp. 10.000,-
material:
bahan kerah, warna dasar putih
Friday, 14 December 2007
UNESCO
By celebrating this Day throughout the world, UNESCO seeks to promote reading, publishing and the protection of intellectual property through copyright. 23 April: a symbolic date for world literature for on this date and in the same year of 1616, Cervantes, Shakespeare and Inca Garcilaso de la Vega all died. It is also the date of birth or death of other prominent authors such as Maurice Druon, K.Laxness, Vladimir Nabokov, Josep Pla and Manuel MejÃa Vallejo.he idea for this celebration originated in Catalonia where on 23 April, Saint George's Day, a rose is traditionally given as a gift for each book sold.
Thursday, 13 December 2007
BOOK FAIRS AND OTHER LITERARY EVENTS (Center for the Book: Library of Congress)
a selection of events across the U.S.A. and around the world
Wednesday, 12 December 2007
Pro Resensi
ProResensi adalah program acara ’mengulik’ isi buku di radio, dengan Lia Achmadi sebagai hostnya. Dengan didukung oleh teman-teman penerbit yang baik hati, acara ini mengudara setiap hari Minggu pukul 15.00 – 18.00 WIB.
ProResensi mengudara di Radio Pro 2 FM Jakarta, channelnya 105,00 FM
Monday, 9 April 2007
Sunday, 1 April 2007
pameran buku filsafat
| Rating: | ★★ |
| Category: | Other |
tapi cukup sebagai pengantar
Diskusi Serial Jumat Malam
| Start: | Apr 1, '07 8:00p |
| End: | Apr 30, '07 10:00p |
| Location: | kedai Sinau | jl. bogor atas 1c Malang 65113 |
Diskusi Serial Rabu Malam
| Start: | Apr 1, '07 8:00p |
| End: | Apr 30, '07 10:00p |
| Location: | kedai buku sinau jl. Bogor Atas 1C Malang 65113 |
Monday, 18 December 2006
tiga cerita
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Romance |
| Author: | wm. ahmad |
dari buku terbitan pustaka sinau ini, uniknya semua berkenaan dengan kebetulan! Mulai dari ide penerbitan sampai waktu penerbitan. Terimakasih untuk menjadikan buku ini sebagai langkah pertama penerbitan sinau. Terimakasih untuk waktu yang belum mengizinkan naskah lain terbit, terimakasih untuk semua yang bergegas, yang pupus dan yang menjadi masa depan, semuanya seakan seperti pemula, seperti dalam sajak pemula di kumpulan puisi ini,
***
pemula
Laut menatapmu seperti dirinya tumbuh dalam dirimu
Rupamu seperti rumah
Isinya melulu kesunyian yang membuat bahagia
Lalu suara-suara asing
Seperti biola saat pertama kali diketemukan
Dan gelombang yang penasaran pecah di batu karang
Suaranya cipratan cat yang dikuas teratur
Itukah kesederhanaan perasaan
Semuanya seakan seperti pemula
***
Buku ini lebih cocok jadi suvenir perkawinan dibandingkan jika dijual bebas, norak dan narcist. Bagaimana tidak, wong yang membuat buku dan menulis resensi ini adalah penulisnya sendiri.
Btw, kalau dijual harganya cuma 12.000 rupiah saja.
Katalog Dalam Terbitan (KDT) Perpustakaan Nasional RI
w.m. ahmad
tiga cerita
November 2006
ISBN 979-15449-0-5
60 halaman, 13.5 x 13,5 cm
1. tiga cerita 2. Puisi, Sastra 3. Indonesia
Judul
Cetakan pertama, November 2006
Penulis: w.m. ahmad
Rancang sampul: henricus ferdiansyah
Diterbitkan oleh:
kedai buku | sinau
jl. Bekasi Timur 1, No. 32A
Jakarta 13350
e-mail: kedai_sinau@yahoo.com